Jurnal Tentang Perikanan Dan Kelautan

08.01 Hakim 0 Comments


BAB I
PENDAHULUAN
A. Perairan Indonesia
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki wilayah perairan yang sangat luas yang terdiri dari 17.508 pulau dengan panjang garis pantai 81.290 km. Luas wilayah laut Indonesia sekitar 5.176.800 km2. Ini berarti luas wilayah laut Indonesia lebih dari dua setengah kali luas daratannya. Sesuai dengan Hukum Laut Internasional yang telah disepakati oleh PBB tahun 1982, wilayah perairan Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah laut/zona laut yaitu zona Laut Teritorial, zona Landas kontinen, dan zona Ekonomi Eksklusif.

Batas laut Teritorial ialah garis khayal yang berjarak 12 mil laut dari garis dasar ke arah laut lepas. Sebagaimana yang kita ketahui garis dasar/garis pangkal adalah adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung-ujung pulau. Penentuan garis pangkal ditentukan dengan garis air rendah.

Gb. 1. Ilustrasi Garis Pangkal Kepulauan & Batas Laut Teritori.
Jika ada dua negara atau lebih menguasai suatu lautan, sedangkan lebar lautan itu kurang dari 24 mil laut, maka garis teritorial di tarik sama jauh dari garis masing-masing negara tersebut. Laut yang terletak antara garis dengan garis batas teritorial di sebut laut teritorial. Laut yang terletak di sebelah dalam garis dasar disebut laut internal.

Gb. 2. Ilustrasi batas wilayah perairan dua negara.
Indonesia mempunyai wilayah yang sangat luas yang membentang dari barat ke timur sepanjang 5.110 km dan membujur dari utara ke selatan sepanjang 1.888 km.Dengan wilayah seluruhnya mencapai 5.193.252 km2 yang terdiri atas 1.890.754 km2 luas daratan dan 3.302.498 km2 luas lautan.Luas daratan Indonesia hanya sekitar 1/3 dari luas seluruh Indonesia sedangkan 2/3-nya berupa lautan.
Negara Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Luas wilayah Indonesia seluruhnya adalah 5.193.250 km2 Dua pertiga wilayah Indonesia merupakan perairan atau wilayah laut. Luas wilayah perairan di Indonesia mencapai 3.287.010 km2 Adapun wilayah daratan hanya 1.906.240 km2.
Wilayah laut teritorial merupakan laut yang masuk ke dalam wilayah hukum Negara Indonesia. Berdasarkan ”Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonante” tahun 1939, wilayah teritorial Laut Indonesia ditetakkan sejauh 3 mil diukur dari garis luar pantai.

Ketetapan tersebut sangat merugikan negara Indonesia. Oleh karena laut menjadi penghubung pulau-pulau yang tersebar di wilayah Indonesia. Wilayah laut teritorial yang ditetapkan hanya sejauh 3 mil diukur dari pantai, banyak wilayah laut bebas di perairan Indonesia. Akibatnya, kapal dari negara lain bebas keluar masuk perairan Indonesia. Mereka juga mengambil sumber daya alam yang terdapat di laut.

UNCLOS (United Nations Conference of the Law Of Sea) atau Konferensi Hukum Laut Internasional yang diselenggarakan pertama kali pada tahun 1958 di Geneva. Deklarasi Juanda kemudian diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1960.

Pada Konferensi Hukum Laut Internasional, tahun 1982, di Jamaika, wilayah perairan Indonesia mendapat pengakuan dari dunia internasional. Dengan demikian, wilayah perairan Indonesia meliputi Wilayah Laut Teritorial, Zona Ekonomi Eksekutif (ZEE), dan Batas Landas, Kontinen.

A. Wilayah Laut Teritorial.
Wilayah laut teritorial Indonesia ditetapkan sejauh 12 mil diukur dari garis pantai terluar. Apabila laut yang lebarnya kurang dari 24 mil dikuasai oleh dua negara maka penentuan wilayah laut teritorial tiap-tiap negara dilakukan dengan cara menarik garis yang sama jauhnya dari garis pantai terluar.

B. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Zona Ekonomi Eksklusif yaitu perairan laut yang diukur dari garis pantai terluar sejauh 200 mil ke arah laut lepas. Apabila Zona Ekonomi Eksklusif suatu negara berhimpitan dengan Zona Ekonomi Eksklusif negara lain maka penetapan melalui perundingan dua negara. Di dalam zona ini, bangsa Indonesia mempunyai hak untuk memanfaatkan dan mengolah segala sumber daya alam yang terkandung di dalamnya.

C. Batas Landas Kontinen
Batas landas kontinen adalah garis batas yang merupakan kelanjutan dari benua yang diukur dari garis dasar laut ke arah laut lepas hingga kedalaman 200 meter di bawah permukaan air laut. Sumber daya alam yang terkandung di dalam Landas Kontinen Indonesia merupakan kekayaan Indonesia. Pemerintah Indonesia berhak untuk memanfaatkan sumber daya alam tersebut.

D. Sumber Daya Perikanan Indonesia
Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Berbagai upaya dan cara dilakukan oleh masyarakat dan negara untuk memanfaatkannya. Sumber daya alam merupakan modal utama bagi suatu negara untuk kesejahteraan rakyat. Indonesia memiliki luas laut mencapai ribuan kilometer, dengan potensi sumber daya alam yang besar. Seperti yang telah dijelaskan bahwa luas wilayah perairan Indonesia mencapai 2/3 dari luas keseluruhan negara Indonesia maka secara logika sumber daya alam Indonesia sangatlah besar.

Di Indonesia sebenarnya pemanfaatan sumber daya alam di daratan sudah hampir mencapai 80% mungkin lebih. Tetapi ternyata untuk sumber daya perairan Indonesia masih belum optimal pemanfaatannya yaitu sekitar 30% saja. Hal ini membuktikan bahwa dunia perikanan Indonesia masih besar potensinya untuk dikembangkan bahkan Indonesia sendiri bisa menjadi negara maju dengan dunia perikanan ini.

Jika kita teliti kita bisa lihat negara negara maju seperti contohnya Jepang. Mengapa Jepang bisa menjadi negara maju? Selain dari teknologi mereka yang sudah sangat maju, alasan lainnya mereka mempunyai banyak industri industri perikanan seperti pengolahan pengolahan perikanan, budidaya perikanan, teknologi penangkapan yang jauh lebih modern daripada Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan indonesia semakin tertinggal bahkan “terpuruk” dari negara negara lain. Jika di telusuri luas perairan negara Jepang lebih kecil dari Indonesia tapi mereka bisa menjadi negara yang maju. Jika mereka bisa mengapa kita tidak? Padahal jelas negara kita lebih kaya akan sumber daya alamnya. Pertanyaan itulah yang harus kita pikirkan tidak hanya oleh Pemerintah tapi juga masyarakat Indonesia bagaimana caranya meningkatkan produktifitas perikanan di negara ini. Di negara Indonesia ini ada beberapa cara dalam pemanfaatan sumber daya perikanan, yaitu sebagai berikut :
 
a) Perikanan tangkap
b) Budidaya perikanan
c) Teknologi atau industri perikanan

Adapun itu semua demi menghasilkan produk perikanan yang menjadi tujuan atau berguna untuk :
• untuk memenuhi nutrisi pangan
• sebagai penambah dari sumber pendapatan
• untuk memenuhi pasokan bahan bahan industri
• sebagai sumber devisa bagi negara
• dan terakhir sebagai rekreasi atau hiburan

Adapun hal hal yang menunjang atau membantu terperolehnya hal hal tersebut yaitu :
1. Sosial Ekonomi Perikanan
– Pemasaran
– Sosial ekonomi

2. Riset pendidikan

3. Industri penunjang
– Industri penunjang
– Perahu, pakan, jaring dll

Untuk sumberdaya perairan bisa di temukan di beberapa habitat yaitu :
a. Laut
– Perairan pantai
– Perairan lepas pantai
– Perairan payau

b. Darat
– Rawa
– Danau : tektonik dan vulkanik
– Waduk
– Sungai
– Genangan

BAB II
ISI
A. Budidaya Perikanan Indonesia
Budidaya perikanan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan dan direncanakan oleh manusia yang meliputi seluruh sistem yang tergolong sistem produksi atau hasil produk berupa produk perikanan.
Dalam budidaya perikanan terdapat sitem yang tidak dapat dipisahkan yaitu berupa proses yaitu :

1. Input
1) Benih
Benih merupakan salah satu bagian atau bahan yang harus dipersiapkan dalam proses budidaya perikanan, karena hal terpenting yang akan menjadi produk itu sendiri yaitu dari benih itu sendiri. Benih juga merupakan modal utama ketika akan mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam budidaya.

2) Pakan
Pakan juga salahsatu hal yang penting demi memenuhi kebutuhan hidup benih yang tadi telah disiapkan, ketika berbicara pakan maka tidak ada gunanya jika kita hanya mempunyai benihnya saja, otomatis ini akan berkaitan erat antara keduanya.

3) Pestisida
Pestisida disini untuk mencegah hama yang akan merusak pada hasil produksi kelak, jadi antisipasi sebelum itu terjadi memang sangat penting. Karena memang banyak sekali parasit yang akan merusak pada benih selain itu akibat dari bakteri dan virus juga menyebabkan ikan – ikan menjadi terserang penyakit.

4) Teknologi
Teknologi disini tujuannya untuk mempermudah pekerja dalam mengerjakan setiap proses dalam budidaya tersebut. Contohnya peralatan modern akan sangat mempermudah pekerjaan dibandingkan secara manual. Oleh karena itu teknologi juga sebagai input yang sangat menguntungkan demi mencapai produk hasil yang sangat menguntungkan.

5) Tenaga kerja
Seperti halnya teknologi, tenaga kerja juga sangat penting dalam membantu pekerjaan tersebut. Jumlah pekerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan pada usaha budidaya kita seberapa banyak membutuhkan pekerja. Diusahakan untuk pemula tidak terlalu banyak atau bisa meningkat jika usaha itu pun meningkat. Dan juga yang terpenting kita hitung pendapatan bulanan agar kita tahu seberapa banyak pekerja yang kita butuhkan.

2. Proses
1) Pembenihan
Pembenihan adalah proses dari penyiapan benih. Pembenihan merupakan proses persiapan dari benih yang akan di budidayakan. Pembenihan tidak boleh asal pilih, karena kualitas pada benih akan disaring pada proses ini, dalam artian pembenihan disini akan memisahkan antara benih yang siap dikembangkan dan mana yang tidak. Karena jika benih tersebut jelek maka akan terganggu dalam proses pembesaran. Dampaknya adalah banyak ikan yang terhambat (kerdil), mudah terserang penyakit, dan akan terjadi pembibitan dengan kualitas anakan yang jelek. Maka dari itu, pembenihan merupakan faktor penting dalam proses budidaya.

2) Pembibitan
Pembibitan merupakan proses lanjutan dari pembenihan. Jika pembenihan berhasil makan selanjtnya pun juga harus diperhatikan masalah pembibitan, karena ini pun mempengaruhi pada hasil produk nantinya.

3) Pembesaran
Proses ini adalah proses yang mendekati tingkat akhir sebelum hasil. Tetapi proses pembesaran ini bisa juga tidak dilakukan karena terkadang ada konsumen yang memesan ikan atau hasil produk dengan ukuran yang maih kecil atau tidak terlalu besar. Hal itulah yang menyebabkan proses ini bisa iya atau tidak. Proses ini dibantu dengan kualitas air yang baik, nutrisi pakan yang baik, pencegahan terhadap hama dsb.

3. Output

1) Produk untuk konsumsi
Ini adalah bagian terakhir setelah kita bekerja dari mulai menyiapkan segala suatu hal demi hasil produk yang baik yang kita inginkan. Produk konsumsi biasanya tidak terlepas juga dari bantuan pemasaran tetapi, ketika usaha kita telah maju biasanya konsumen sendiri yang datang bukan kita yang repot memasarkan. Produk hasil konsumsi pun kita harus sortir kembali karena terkadang ada produk yang tidak terlalu bagus atau (BS). Hal ini disebabkan tadi akibat kurangnya perhatian atau penanganan budidaya dari pekerja.

B. Permasalahan Budidaya Perikanan Indonesia
Ketika berbicara suatu hal, pasti hal tersebut akan mempunyai sebuah masalah bahkan beberapa masalah. Di dunia umum perikanan banyak masalah yang timbul dari sektor Pemerintah atau pun sektor masyarakat Indonesia. Seperti dari sektor Pemerintah sendiri sebetulnya terkadang Pemerintah kita kurang mengelola sumber daya alam di perikanan atau kelautan. Bahkan cenderung dibiarkan begitu saja. Tapi ketika perairan kita sumber dayanya di ambil baru Pemerintah kita menggembor – gemborkannya seperti pertanda perang. Padahal saya sendiri yakin jika Peerintah itu sendiri kuat dalam mempertahankannya dan dalam pengawasannya saya yakin tidak akan ada hal seperti itu. Kita terlalu terlena dengan keadaan alam yang sudah enak sehingga kebanyakan kita menunggu untuk mengimport dan itu hal yang sangat aneh menurut saya.

Tak terlepas di dunia perikanan khususnya budidaya perikanan yang akan dibahas kali ini, itupun terdapat masalah masalah di dalamnya. Masalah ini pun tidak terlepas dari kondisi perikanan di Indonesia saat ini yang belum maju. Kondisi inilah yang menjadi faktor munculnya masalah masalah yang begitu banyak yang belum maksimal diatasi sampai saat ini. Berikut adalah masalah perikanan budidaya di Indonesia :

1) Permasalahan pertama adalah permasalahan yang umum bagi masyarakat Indonesia yaitu modal yang lumayan atau cukup besar dalam mempersiapkan semua hal yang menyangkut budidaya seperti benih, pakan, pestisida dll. Hal ini kendala yang harus dipikirkan bagaimana supaya modal kecil tapi untung bisa sangat banyak. Ini bukan sekedar PR Pemerintah tapi juga masyarakat Indonesia. Modal memang bisa terlebih dahulu meminjam tetapi yang jadi resiko mungkin ketika usaha pertama gagal karena budidaya dalam makalah ini dimaksudkan untuk pemula. Sebaiknya pikirkan kembali cara penanaman modal ini, mungkin saja bisa dengan berbagai investasi dari rekan – rekan yang nantinya untung bisa dibagi dua atau tiga atau juga lebih.

2) Permasalahan umum selanjutnya adalah ketersediaan lahan. Mengapa ini menjadi salahsatu masalah? Coba kita lihat sekarang di perkotaan, lahan sudah hampir habis dipakai oleh pembangunan – pembangunan gedung bertingkat, hotel, jalan – jalan. Inilah yang merupakan kendala berikutnya khusus untuk daerah perkotaan. Beda halnya dengan masyarakat desa, mungkin saat ini masih banyak tanah yang masih bisa digunakan dengan catatan dekat dengan sumber air supaya tidak susah dalam mencari air ketika terjadi kekeringan. Apakah masyarakat kota pasrah saja demikian? Tidak bisa, karena sebetulnya itu bisa di antisipasi dengan misalkan kita melakukan budidaya dengan ikan – ikan hias yang kecil supaya tidak memakan tempat yang begitu luas. Bisa di aquarium atau pun kolam kolam kecil di depan rumah kita. Sekarang pun ada salah satu cara yaitu dengan menggunakan plastik yang kita tidak perlu menggali terlebih dahulu tanah lahan kita. Bisa dibentuk sedemikian rupa agar menyerupai kolam. Oleh karena itu, selama bisa diantisipasi mengapa tidak.

3) Permasalahan selanjutnya ini sangat klasik sebetulnya, yaitu pakan yang masih menjadi kendala besar dalam budidaya perikanan. Padahal Indonesia sedang berupaya meningkatkan produksi perikanan sektor itu. Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha budidaya ikan sehingga mencapai 70 persen hingga 80 persen. Untuk itu, ketersediaan pakan yang berkualitas, terutama dengan pendirian pabrik pakan ikan di dekat lokasi budidaya menjadi sangat penting.

4) Permasalahan selanjutnya yaitu kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal budidaya. Kebanyakan orang tidak mau menginvestasikan untuk modal, tapi mereka lebih memlilih menjadi nelayan tangkap daripada menjadi seorang pengusaha. Padahal jelas Pemerintah sendiri sangat mendukung ketika warganya ingin menjadi seorang wirausahawan. Bahkan banyak program Pemerintah yang berani meminjamkan modal demi warganya yang mau berusaha. Selain itu, manfaat lainnya yaitu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Inilah salahsatu poin tambah dari budidaya perikanan yaitu bisa juga untuk menanggulangi pengangguran bahkan kemiskinan. Perlu kita ketahui, bahwa ikan yang ada dilautan sebetulnya sudah sangat kurang akibat dari over fishing atau penangkapan secara berlebih. Ini akan mengakibatkan ikan akan menjadi sedikit tahun demi tahun. Bahkan tidak mustahil jika suatu saat ikan yang ada dilaut akan tersisa sedikit pasokan atau “habis”. Menurut penelitian pun tahun 2025 yang akan meningkat jumlah pesanan adalah ikan – ikan air tawar atau payau. Mengapa demikian? Karena ketika itu, yang akan melesat adalah perikanan budidaya yang jelas daur hidupnya terus berputar dalam artian terus menerus bergulir. Sedangkan perikanan tangkap akan tergerus karena pasokan yang sudah habis. Inilah alasan mengapa kita harus memilih perikanan budidaya.

5) Kendala selanjutnya dalam perikanan budidaya adalah kurangnya pendidikan atau pengetahuan tentang maslah budidaya perikanan. Seperti yang telah disebutkan riset dan pendidikan pun adalah salah satu faktor penunjang dalam keberhasilan budidaya perikanan ini. Pendidikan berfungsi untuk mendidik memberikan kita pengetahuan baik secara akademis ataupun hal yang lain. Jiaka kita berbicara secara akademis pendidikan ini dimaksudkan untuk kita supaya kita tahu seluk beluk tentang budidaya secara detail. Perkuliahan jurusan dibidang ini sangat berguna kelak. Di perkuliahan kita dikenalkan dengan masalah – masalahnya apa, cara mengatasinya bagaimana, bahakan hal sekecil apapun itu sangat diperhitungan dan kita pelajari. Selain pendidikan, pengalaman pun sangat penting. Sebetulnya pengalaman pun merupakan pendidikan. Mengapa demikian? Pengalaman membantu kita dalam melangkah selanjutnya, kegagalan sebelumnya harus menjadi cambuk agar tidak terjadi lagi selanjutnya. Belajarlah dari orang – orang yang telah sukses atau berpengalaman di bidang ini. Karena itu akan sangat membantu kita untuk melakukan suatu hal atau ketika kita melangkah. Apalagi orang – orang yang sebelumnya tidak belajar dibidang ini. Menurut saya itu wajib dilakukan. Tidak usah malu dalam bertanya apapun karena demi mencegah terjadi suatu hal yang tidak diinginkan lebih baik bertanya sebelumnya. Alangkah lebih baik lagi jika kita sendiri yang langsung mendatangi tempat – tempat budidaya tersebut untuk sekedar menimba ilmu atau mungkin berguru pada orang yang lebih kompeten dan berpengalaman.

C. Budidaya Ikan Guppy
1. Klasifikasi ikan guppy
Kingdom   :   Animalia
Fillum        :   Chordata
Kelas        :   Actinopterygii
Ordo        :   Cyprinodontiformes
Sub ordo  :   Poecilioidei
Famili       :   Poeciliidae
Genus      :   Poecilia
Spesies    :   Poecilia reticula

2. Deskripsi Ikan Guppy
Ikan gapi memiliki nilai ekonomis tinggi karena variasi warna yang dimilikinya menarik dan bentuk sirip yang beragam, pemeliharaan dan pemijahan mudah, serta tidak terlalu berpengaruh pada perubahan temperatur dan kualitar air lainnya. Saat ini terdapat sekitar 30 jenis ikan gapi berdasarkan pola warna dan bentuk siripnya, yang sebagian besar merupakan komoditi ekspor.
Dari penampakan morfologis, ikan gapi jantan memiliki bentuk dan corak warna tubuh lebih menarik dan cemerlang daripada ikan betinanya. Ikan gapi memiliki kemampuan berkembang biak yang cepat sehingga harus segera dipisahkan agar tidak terjadi perkawinan pada usia muda yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas anak yang dihasilkan.
Ikan gapi bersifat ovovivipar, yaitu pembuahan terjadi di dalam tubuh, embrio disimpan dan terus berkembang dalam tubuh induk, akan dilahirkan sebagai anak setelah kurang lebih 20 hari masa kehamilan. Ikan betina mampu menyimpan sperma dalam tubuhnya sehingga dari satu kali perkawinan dapat melahirkan sampai tiga kali dengan jarak waktu antar kehamilan 7-43 hari, dengan selang waktu antara melahirkan anak dengan pemisahan induk betina dari jantannya berkisar 16-35 hari.

3. Ciri – Ciri Tubuh
Ikan guppy jantan
Ikan guppy betina
Ikan guppy tergolong bertubuh kecil, panjang tubuh hanya bisa mencapai 7 cm untuk betina, dan jantan panjang tubuh bisa mencapai 3,75 cm. Warna dasar tubuh guppy yang asli berwarna kecoklatan,dengan variasi warna sisik seperti pelangi.Keindahan guppy yang menarik terdapat pada ekornya, sirip ekor lebar dengan ciri warna yang bervariasiyang menyolok dengan bentangan mirip ekor burung merak, goyangan ekornya memang sangat mempesona.
Ikan jantan warna tubuhnya lebih menarik dibandingkan betinanya, sehingga guppy jantan di pasaran banyak dicaripenggemar ikan hias dengan warna terjangkau.

4. Sifat Hidup
Ikan guppy termasuk ikan hias jenis pedamai dan jinak yang bisa ditempatkan dengan jenis – jenis ikan lain yang sama – sama jinak (jangan dicampur dengan ikan buas). Di alam aslinya, ikan ini dapat hidup di dua jenis perairan yang berbeda,yakni air tawar dan payau. Menyukai perairan yang tenang tetapi sangat sensitifdan mudah stres terhadap perubahan kualitas air yang mendadak, terutama fluktuasi suhu tinggi, jika terpaksa ingin mengubah suhu pada media air perlu diubah secara bertahap dan pelan – pelan (adaptasi). Makanan yang diperlukan menerima segala jenis makanan, baik makanan alami atau pun buatan (pellet), menyukai sayuran segar, jentik – jentik nyamuk, kutu air, cacing rambut.

5. Persiapan Pemijahan
a. Tempat Pemijahan
Tempat pemijahan yang dipai bisa berupa akuarium dengan ukuran panjang 80 cm, lebar 45 dan tinggi 40 cm. Bisa menggunakan bak semen ukuran 2×12 x 40 cm. Kualitas air dengan parameter suhu 23 – 26 oC, pH 7 – 8, DO > 4 ppm. Sumber air yang digunakan bisa berasal dari sungai , air sumur yang telah diendapkan sehari semalam. Sebagai perangsang pemijahan dan sekaligus sebagai tempat persembunyian anak – anaknya dapat dilengkapi tanaman air : Hydrilla atau eceng gondok.

b.Pemilihan Induk
Pemilihan induk jantan dan betina dapat dibedakan dengan jalan membedakan bentuk dan warna sirip ekor. Induk jantan memiliki warna yang kontras menyolok dengan warna dan bentuk sirip ekor yang indah. Selain itu induk jantan memiliki gonopodium yang berbentuk menonjol di belakang sirip perut. Sedangkan induk betina memilik warna badan dan warna ekor yang biasa – biasa saja. Tubuh induk betina lebih besar dibandingkan induk jantan.
Induk jantan dan betina sudah bisa dipijahkan jika sudah matang gonad (kelamin), biasanya pada umur 3 bulan, dan panjang ikan guppy betina umumnya telah berukuran antara 4 – 5 cm, sedangkan ikan guppy jantan umumnya telah berukuran 3,5 – 4 cm.

6. Pemijahan
Tempat akuarium (akuarium atau bak beton) diisi air setinggi 30 – 35 cm. Induk yang telah diseleksi dimasukan ke dalam tempat pemijahan sekitar 30 – 40 ekor induk betina, dan jantan cukup 5 ekor, (ukuran bak 80 x 45 x 40 cm).
Jika pemijahan dilakuakan di tempat berupa bak beton dengan ukuran 2 x 12 x 0,40 m, induk betina sebanyak 100 – 150 ekor dan jantan cukup 10 – 15 ekor. Pemasukan induk sebaiknya dilakukan paada saat suhu sedang rendah yakni pada saat pagi hari.
Seminggu setelah induk dipijahkan, biasanya anak – anak guppy telah mulai nampak di sela – sela akar atau tanaman air. Anak – anak guppy bisa mulai diserok dengan menggunakan seser halus, kemudian dicuduk dengan menggunakan piring disertakan sebagian air dipindahkan ke dalam wadah kemudian dipindahkan ke dalam tempat pembesaran. Induk guppy telah dibiarkan di dalam tempat pemijahan dan diberikan pakan berupa cacing rambut, kutu air atau jentik – jentik nyamuk selanjutnya (dosis 3 – 5 %)/bobot biomas/hari. Seekor indukan guppy betina dapat menghasilkan keturunan dengan jumlah rlatif sedikit, berkisar anatara 30 – 60 ekor. Ikan guppy dapat dipijahkan sepanjang tahun dengan interval 4 minggu.

7. Pembesaran
Siapkan bak pembesaran dengan ukuran 2 x 2 m, ketinggian bak 0,4 m. Bak diisi air bersih yang telah diendapkan sehari semalam, setinggi 30 – 35 cm. Di dalam bak diberi tanaman air yang telah dibersihkan. Benih dimasukan ke dalam bak dengan menggunakn ember, biarkan benih keluar dengan pelan – pelan dengan cara menyondongkan ember. Penebaran benih dilakuakan pada pagi hari, kepadatan benih sebanyak 2.000 ekor.
Benih mulai diberi makan hari pertama, jenis pakannya bisa diberikan jenis infusuria, rotifera, atau kutu air. Beberapa hari selanjutnya bisa diberi makan cacing rambut 3 – 5 %/bobot biomas/hari, frekuensi pemberian 3 kali, pagi, siang dan sore hari.
Untuk menjaga agar kualitas air baik seminggu sekali dilakukan pergantian air, dengan cara membuang 2/3 bagian volume air, kemudian ditambahkan air bersih baru 2/3 bagian. Untuk pembesaran di kolam tanah supaya tanah dasar dipupuk dengan pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 1 – 2 ton/hektar atau 100 -200 gram/m2, agar tumbuh makanan alami terutama zooplankton, jentik – jentik nyamuk, lutu air dan cacing sebagai makanan utama.

8. Cara Mengatasi Penyakit
Penyakit yang umumnya menimpa guppy adalah jamur. Perlu dipahami jamur tumbuh dengan cara yang berbeda dari bakteri. Jamur tumbuh dengan spora dan selalu tumbuh dengan kondisi tertentu. Mereka berkembang mempunyai siklus tertentu berupa spora, kemudian berubah menjadi organisme yang disebut miselium. Jamur ini dapat berkembang biak sangat cepat, berbentuk seperti benang/ulir dan membentuk jaringan-jaringan seperti lapisan yang tipis. Sedangkan bakteri yang biasa menyerang guppy adalah mycobacterium piscium, juga beberapa penyebab lainnya.

Perlu diperhatikan untuk melakukan pengobatan secara efektif harus melakukan diagnosa yang akurat, sehingga dapat mengatasi penyakit yang timbul. Penyakit yang umum menyerang ikan guppy adalah :

a. Saprolegnia
Ciri-ciri ikan yang terserang adalah bercak-bercak putih pada kulit ikan. Perawatannya teteskan alkohol metapen dalam tempat sebanyak 2 tetes dalam satu galon air/4 1,12) liter air. Langkah selanjutnya berikan garam dan biarkan beberapa saat.
Berikan hydrogen peroksida untuk membunuh bakteri yang melekat pada jaring ikan selama 15 sampai 30 detik. Atau bisa juga digunakan malachite green atau methyline blue atau acriflavin sebagai disinfektan. Cara perawatan ikan yang terkena infeksi bakteri sebaiknya diberi tambahan ruang sebelum mengobati.

b. Penyakit Bengkak atau Bloat
Ikan tampak gelisah, badan tampak lebih besar karena kembung. Ini disebabkan karena peradangan usus ikan. Isolasi ikan yang terkena, lalu masukkan ke dalam satu galon air yang telah dibubuhi 2 sendok penuh garam Inggris. Biarkan selama 4 atau 6 jam, kemudian tambahkan air selama 12 jam. Setelah sembuh dapat dikembalikan ke tempat asal.

c. Jamur Mulut
Ciri ikan yang terkena jamur mulut mudah dilihat dari warna putih yang terletak di depan mulutnya. Jamur putih tersebut merupakan koloni sangat besar yang menempel pada mulut ikan, sehingga menutup mulut ikan sampai tidak bisa bernapas dan makan dapat menyebabkan ikan mati. Pengobatan menggunakan aureomycin 25 mg untuk 1 galon air tambahkan 1 tetes obat merah dan metopen 2 tetes.

d. Penyakit Insang
Ciri ikan yang terkena peradangan insang biasanya disebabkan oleh organisme virus. Ciri pada penyakit ini insang membuka, malas makan dan selalu di atas permukaan air. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa bakteri dan jamur dan paling sulit untuk diatasi.
Ciri ikan ini jika mati insangnya tampak memerah dan membusuk lebih cepat dari badannya. Beberapa cara yang sudah berhasil dilakukan adalah dengan memberikan metapen mercurochrome direndam beberapa saat secara bersamaan kemudian lakukan perawatan dengan menggunakan air garam dan memberikan tempat yang lebih besar dan luas.

e. Penyakit Kembung
Ciri-ciri ikan yang terkena peradangan perut antara lain ikan tampak sulit berenang ke dasar. Cara mengatasinya berikan 1 sendok teh garam Inggris tiap 1/2 liter air, dan rendam ikan selama 3 sampai 4 jam, kemudian pindahkan ikan ke dalam tempat yang ketinggian airnya 3 kali tinggi badan ikan. Masih ada beberapa penyakit yang sudah umum diketahui, misalnya kutu atau jarum.

BAB III
KESIMPULAN

Indonesia memiliki perairan yang sangat luas yang terdiri dari 17.508 pulau dengan panjang garis pantai 81.290 km. Luas wilayah laut Indonesia sekitar 5.176.800 km2. Wilayah perairan Indonesia meliputi Wilayah Laut Teritorial, Zona Ekonomi Eksekutif (ZEE), dan Batas Landas, Kontinen. Di negara Indonesia ini ada beberapa cara dalam pemanfaatan sumber daya perikanan, yaitu sebagai berikut :
  • Perikanan tangkap
  • Budidaya perikanan
  • Teknologi atau industri perikanan
 Adapun itu semua demi menghasilkan produk perikanan yang menjadi tujuan atau berguna untuk :
untuk memenuhi nutrisi pangan
  • Sebagai penambah dari sumber pendapatan
  • Untuk memenuhi pasokan bahan bahan industri
  • Sebagai sumber devisa bagi negara
  • Dan terakhir sebagai rekreasi atau hiburan

Adapun hal hal yang menunjang atau membantu terperolehnya hal hal tersebut yaitu :
1. Sosial Ekonomi Perikanan
    • Pemasaran
    • Sosial ekonomi

2. Riset pendidikan

3. Industri penunjang
    • Industri penunjang
    • Perahu, pakan, jaring dll

Untuk sumberdaya perairan bisa di temukan di beberapa habitat yaitu :
C. Laut
    • Perairan pantai
    • Perairan lepas pantai
    • Perairan payau

D. Darat
    • Rawa
    • Danau : tektonik dan vulkanik
    • Waduk
    • Sungai
    • Genangan

Dalam budidaya perikanan terdapat sitem yang tidak dapat dipisahkan yaitu berupa proses yaitu :
1) Input
2) Proses
3) Output

Ikan guppy merupakan salah satu jenis ikan hias yang mudah dikembangbiakkan. Ikan ini bisa dipijahkan sepanjang tahun tetapi tetap ada rentang waktu setelah ikan tersebut melhirkan. Ikan ini memiliki tubuh yang sangat cantik apalagi bagian ekornya karena sangat cantik warnanya dan mempunyai ekor yang lebar dan besar seperti ikan cupang (beta). Ikan ini bisa hidup kurang lebih 2 sampai 4 tahun.

Ikan guppy jantan memiliki warna yang lebih terang dan cantik juga ekornya yang sangat besar atau lebar dibandingkan betinanya yang mempunyai warna yang pudar dan ekornya yang lebih kecil. Serta pada jantan memiliki sirip anal dibagian dekat sirip perutnya namun di betina tidak ada. Tapi, jika dibandingkan tubuh betina lebih besar dan lebih panjang dibandingkan pejantannya.

Ikan ini termasuk ikan yang jinak dengan catatan jangan disatukan dengan ikan – ikan predator. Namun sring juga mudah stres jika adaptasi terhadap suhunya bermasalah. Untuk ikan ini pakannya ketika kecil (baru lahir) bisa diberi infusuria, rotifera, atau kutu air. Ketika menjelang beberapa hari bisa menggunakan cacing rambut. Dan ketika mulai dewasa bisa diberi cacing yang lebih besar seperti cacing darah atau sutra, pelet ikan, dsb.

Penyakit – penyakit yang sering timbul pada ikan ini antara lain adalah saprolegnia, penyakit bengkak atau bloat, jamur mulut, penyakit insang, dan penyakit kembung.

KRITIK DAN SARAN
Dalam dunia perikanan kelautan kita mengenal berbagai jurusan yang dikelola. Beberapa contoh yaitu perikanan tangkap, budidaya perikanan, teknologi dan industri perikanan, pengolahan hasil perikanan, managemen ekonomi perikanan dsb. Semua jurusan yang dikelola ini tidak lain adalah untuk memajukan semua hal yang menyangkut di sektor ini.

 Ini memang upaya Pemerintah dan masyarakat tetapi tengok apakah kinerja Pemerintah di bidang ini sudah optimal? Apakah peran masyarakat sebagai pekerja di lapangan dalam hal ini sudah benar? Saya kira keduanya belum demikian. Karena coba kita tengok permasalahan perikanan dan kelautan di Indonesia, bukannya membaik tapi terus menerus mendatangkan masalah demi maslah.

Jika terus seperti ini kita tidak akan bisa menjadi negara maju karena sistem pengelolaan di Indonesia masih seperti ini. Cobalah jangan melihat mereka (negara – negara maju) yang memang di lengkapi dengan teknologi yang canggih tapi apakah kita akan terus terkalahkan oleh mereka? Padahal sumber daya alam kita masih sangat banyak. Jika kita bisa mengelolanya dengan baik, tidak mustahil negara kita akan menjadi maju bahkan mereka yang akan bergantung terhadap kita. Sebetulnya teknologi hanya sebagai alat untuk membantu mempermudah bukan menambah kita semakin maju. Karena modal utama untuk itu adalah kemauan dari pihak Pemerintah ataupun masyarakat itu sendiri.

Sebenarnya menurut saya untuk sekarang yang harus diutamakan adalah perikanan budidaya. Mengapa demikian? Karena seperti kita ketahui perikanan tangkap sebetulnya hanya menangkap dan tidak memperbaharui. Mereka hanya mencari ikan atau produk dan tidak menanam kembali. Apalagi saat ini jumlah nelayan yang semakin banyak, ditambah dengan teknologi yang semakin canggih maka terjadilah kelebihan tangkap (over fishing). 

Hal ini menyebabkan sedikit demi sedikit biota itu berkurang bahkan beberapa tahun yang akan datang tidak mustahil jika ada salah satu atau banyak spesies yang akan punah. Sedangkan untuk sistem budidaya bisa dikatakan bisa didaur ulang, karena mereka terus mengembangbiakkan produk bersamaan dengan menjual hasil produknya. Ini akan terus berputar dan bergulir dan sedikit kemungkinan terjadi kepunahan.

Oleh karena itu, menurut saran saya tidak salah jika nelayan – nelayan tangkap juga ikut serta dalam budidaya demi mencegah terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Karena jika bukan kita yang mengurus alam ini siapa lagi. Allah menciptakan kita sebagai kholifah yaitu pemimpin dunia ini dan sekaligus melestarikannya. Jangan semata – mata kita serakah hanya demi kepentingan pribadi dan kepentingan duniawi saja.

Sumber : www.rakkagilangandhika.wordpress.com/2013/11/14/makalah-perikanan-dan-kelautan/

0 komentar: